Home Profil Pelatihan Testimoni Hipnoterapi Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
Puasa melatih Emosi
 ARTIKEL

Puasa melatih Emosi

Jika orang awam jatuh sakit karena serangan pilek, keseleo lutut atau menderita serangan jantung, maka tidak ada keraguan untuk segera mencari bantuan medis. Mereka mengatakan perihal penyakitnya tersebut pada teman-teman dan mitra kerjanya. Kebanyakan orang mengijinkan cuti/libur untuk penyakit fisik atau operasi.

 

 

Tapi tidak demikian halnya dengan kesehatan mental. Banyak orang mengingkari perasaan-perasaan gelisahnya, enggan bercerita pada orang lain apa yang sedang mengganggu dirinya dan percaya bahwa hanya orang-orang gilalah yang membutuhkan pertolongan professional. Gagasan memberikan hari libur kepada para pekerja sebagai “hari kesehatan mental” (untuk tidak mengatakan hari sakit) tidak diterima secara luas.

 

 

Meskipun demikian masalah-masalah kesehatan mental layak menerima banyak perhatian seperti halnya penyakit fisik atau kecelakaan lainnya. Penelitian telah menemukan suatu hubungan antara kesehatan mental yang baik dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat. Satu penelitian jangka panjang yang dilakukan di Western Electric Corporation menunjukan bahwa laki-laki paruh baya yang menderita depresi tampaknya memiliki persentase mati karena serangan kanker dua kali lebih besar dibandig mitra kerja yang lebih gembira. Penelitian lainnya menunjukan bahwa 60% janda mengalami masalah kesehatan yang memprihatinkan dalam satu tahun pertama setelah kematian suaminya. Selain itu para peneliti Universitas terisolasi secara sosial memiliki resiko mati yang sama sebelum waktunya sebagaimana yang dihadapi oleh para perokok.Terbukti, wawasan mental yang sehat sangat penting terhadap tubuh yang sehat,. Tentunya anda masih ingat motto olah raga yang terkenal mensana in corpore sano.

 

 

Tips Mengelola Kemarahan

Berteriak, melempar barang-barang dan mata melotot bukan hanya merupakan tanda-tanda kemarahan. Mendongkol, mengomel dan menangis juga merupakan ungkapan-ungkapan kemaharan pada umumnya.

 

 

Di samping menjauhi orang lain, kemarahan kronis dapat berpengaruh terhadap bermacam-macam sakit yang tak mengenakan termasuk sakit kepala, kulit berbintik merah, sakit perut bahkan tekanan darah tinggi.

 

 

Jika cenderung mudah dan sering marah, ambillah langkah-langkah berikut ini untuk menolong anda mengontrol reaksi negatif ini.

ü       Hitunglah sampai sepuluh pada saat pertama anda merasakan marah, dan ambillah tiga atau empat helaan nafas dalam-dalam dengan perlahan-lahan. Desakan marah mungkin akan hilang.

ü       Jika ini melegakan dan anda merasa akan terjadi luapan besar, berjalan-jalanlah sebentar sampai merasa tenang.

ü       Jangan sekali-kali berjalan sambil mengomel atau membanting pintu keras-keras. Jika seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu mengganggu anda, bicaralah dengan tenang.

ü       Alihkan perhatian anda sendiri. Contohnya jika anda terjebak kemacetan lalu lintas, cobalah menerima fakta bahwa anda akan terlambat akibat penundaan ini dan akuilah kemacetan itu berada di luar kontrol anda. Memencet klakson keras-keras dan menyumpahi pengemudi lain hanya akan memperpanjang agitasi anda. Sebagai gantinya, putarlah musik yang lembut dari radio atau dengarkan program-program radio yang menarik.

ü       Alangkah baiknya jika anda juga melatih dengan cara melakukan saum sunah seperti senin-kamis. Insyah Alloh selain dapat membuat kita lebih tenang, sabar dan Insyah Alloh mendapat barokah dariNYA.


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb