Home Profil Pelatihan Testimoni Hipnoterapi Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
Kiat Memilih Pasangan hidup yang Langgeng
 ARTIKEL

Kiat Memilih Pasangan hidup yang Langgeng

 

 

 

 

 

 

Setelah 15 bulan menjalin hubungan akhirnya Romi dan Desi mengikatkan diri pada suatu pernikahan. Mereka berjanji akan sehidup semati dan ingin memiliki 5 orang anak yang cantik, cakep, sehat, dan lucu-lucu.

Pernikahan merupakan hal yang sakral, saling berjanji setia, saling mengisi diri masing-masing pasangan, bersama dalam suka, duka, dalam keadaan hidup yang berkekurangan atau berlebihan. Pernikahan merupakan ibadah, rasulullah SAW bersabda bahwa ”Nikahlah kalian. Sesungguhnya Rasullullah SAW  telah bersabda, Barangsiapa yang suka mengikuti sunahku, sesungguhnya nikah itu sunahku.”  Seseorang yang baru menikah mereka membentuk sosial kecil dan memiliki tanggung jawab untuk mengorganisasikan statusnya tersebut.

 

 

Pria menanggung tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan wanita sebagai ibu rumah tangganya. Dalam masalah kepengurusan anak mereka bersama-sama mendidik anak-anak yang saleh, pandai, dan berbakti pada orang tua, bangsa, Negara, dan agama. Hubungan cinta antara suami dan istri tidak sama dengan cinta pada sahabat atau kekasih, derajat atau prosentase cinta sudah harus lebih dari pada itu. Pernikahan harus dijalani oleh dua insan, pria dan wanita yang sudah siap lahir batin untuk menjalaninya. Dengan pernikahan, naluri seksual manusia menginginkan tersalurkan dengan alamiah artinya harus terhindar dari penyimpangan dan dosa. Karenanya lebih baik jika sudah cukup umur, dewasa dan mampu untuk menikah segeralah menikah.

 

 

Berikut adalah beberapa hal yang harus dihindari sebagai alasan menikah:

Takut dikatakan sebagai perawan tua atau bujang lapuk.

Takut tidak bisa menghidupi diri sendiri. Sehingga benar-benar membutuhkan seorang lelaki yang bisa menghidupinya.

Terpaksa atau tidak saling mencintai dan menyayangi.

Menikah karena harta.

 

 

Mengapa alasan-alasan tersebut tidak boleh dijadikan alasan atau tujuan untuk menikah karena menikah merupakan hal yang sakral dan bukan permainan atau sandiwara dalam beberapa babak.

Bagi pasangan baru, umumnya mereka tidak mengerti cara dan pelaksanaan pengurusan rumah tangga pada awal kehidupan perkawinan mereka. Masa ini merupakan masa yang sensitive. Tidak jarang di masa ini menyeret mereka pada konflik rumah tangga jika kedua dari mereka memiliki rasa mendominasi terhadap pasangannya. Dalam hal-hal tertentu jika mereka menghadapi masalah rumah tangga mereka bisa bermusyawarah dengan orang yang lebih tua dan berpengalaman.

 

 

Masalah demi masalah dapat dipecahkan bersama jika mereka mau mengerti diri pasangan masing-masing. Itulah gunanya mengapa sebelum menikah mereka memerlukan waktu untuk berpacaran. Dalam masa pacaran mereka dapat mengenal diri masing-masing dan dapat menilai apakah pasangannya itu cocok atau tidak untuk menjadi suami atau istri mereka. 

 

 

Waktu berpacaran mereka umumnya ingin menampilkan penampilan dan sikap terbaik mereka dan tidak jarang setelah menikah mereka terkejut melihat sikap sebenarnya dari pasangannya. Oleh karena itu kenalilah pasanganmu sedalam-dalamnya sebelum menikah terutama mengenai kepribadiannya, bagaimana wataknya, bagaimana emosinya, dan bagaimana kemampuannya pada hal-hal lain. Sehingga Insya Allah dalam membina rumah tangga mereka bisa langgeng.

 

 

 

 


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb