Home Profil Pelatihan Testimoni Hipnoterapi Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
Membuat Anak Tumbuh Cerdas
 ARTIKEL

Membuat Anak Tumbuh Cerdas

 

Buah hati yang cerdas adalah impian setiap orang tua. Tak sedikit orang tua yang rela menempuh berbagai cara, dari yang murah sampai yang ekstra mahal, asalkan anaknya bisa berotak cemerlang. Sebenarnya seperti apakah cara yang tepat untuk mencerdaskan anak? Pembahasan dari sisi medis tentang hal itu dilakukan dalam sebuah seminar yang dihadiri para dokter spesialis tumbuh kembang anak, akhir pekan lalu, di Jakarta.

Menurut Hardiono Pusponegoro, neurology anak dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, alam sebetulnya telah mendukung proses pembentukan jaringan otak. Nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil mayoritas akan digunakan untuk pembentukan otak janin. Bila suplai untuk membangun sel-sel otak sudah tercukupi, barulah nutrisi dipakai untuk membentuk organ tubuh yang lain. Bahkan, pada usia 3-4 bulan kehamilan, penyusunan jaringan otak pun begitu aman dari gangguan meskipun sang ibu, misalnya, cuek terhadap pasokan makanan. Syaratnya,”Ibu tidak mengkonsumsi obat berbahaya pil penggugur kandungan,” Kata Hardiono.

Memasuki 4-9 bulan usia kehamilan, kepekaan janin terus meningkat. Nah, dalam tahap ini, ibu mutlak memperhatikan kecukupan nutrisi. Kekurangan sayuran yang kaya zat besi, misalnya, akan menurunkan tingkat inteligensi (IQ) anak yang tidak bisa lagi diperbarui.
Setelah lahir, pembentukan system saraf secara mendasar sudah selesai. Tapi proses mielinasi yang membuat jaringan otak berkembang kompleks terus berlanjut sampai dewasa. Pada tahap mielinasi inilah terutama di usia balita, orangtua dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Selain memasok makanan bergizi, orangtua perlu memberi stimulus berupa latihan fisik, kecakapan gerak, dan kepekaan sensor indra anak. Stimulus ini, ditambah dukungan keluarga yang penuh kasih sayang, akan memacu kecerdasan anak.

Selain itu, Hardiono menganjurkan perencanaan keluarga secara matang. Anak pertama biasanya ber-IQ lebih tinggi ketimbang adiknya yang lahir dengan jangka kelahiran kurang dari 3 tahun. Sementara itu, bocah yang beradik pun cenderung lebih pintar dibandingkan dengan anak tunggal. “Kesempatan mengasuh adik,” kata Hardiono, “memaksa anak banyak belajar.”

 

Memilih Camilan Tepat untuk Balita

Masa balita adalah masa pertumbuhan anak yang utama dan di masa ini pula seorang anak bertumbuh secara pesat baik fisik maupun kemampuannya. Untuk mencapai hasil yang optimal maka harus diperhatikan pula makanan yang akan diberikan kepada para balita terutama pada kandungan nilai gizinya.

Sangat dianjurkan untuk memberikan anak-anak di usia balita dan pra sekolah ini kombinasi dari menu makanan sedikitnya 1 kali makanan utama dengan 2 kali makanan selingan (snack) setiap 8 jam atau kurang, dan untuk di atas 8 jam sebaiknya anak-anak mendapat 2 kali makanan utama dan 2 kali snack atau kombinasinya.

Dalam memilih snack/makanan selingan untuk balita perlu diperhatikan beberapa panduan sebagai berikut:

  1. Hindari snack/makanan camilan dengan kadar gula tinggi, terutama pada crème yang mengandung kadar gula tinggi. Crème dapat bertahan lama di gigi dan gula pada crème dengan kadar gula tinggi bereaksi dengan asam di mulut yang dapat mengikis email gigi.

  2. Hindari makanan dengan bentuk dan ukuran yang kecil serta mudah tertelan seperti bentuk dadu atau bulatan kecil-kecil karena dapat menyebabkan balita tersedak.

  3. Jangan memaksakan balita untuk memakan sesuatu yang tidak disukainya.

  4. Untuk makanan yang dibawa dari rumah sebaiknya diingat beberapa hal sebagai berikut:

5.      

 

    • Pastikan makanan tersebut berada pada suhu yang ideal saat dikonsumsi untuk menghindari perkembangan bakteri akibat suhu makanan yang tidak ideal

    • Hindari pembagian makanan antar balita untuk menghindari kemungkinan transfer bakteri

    • Pastikan makanan yang dibawa memenuhi kebutuhan gizi anak. Jika makanan tersebut adalah makanan yang dijual di toko-toko, pastikan bahwa tertera kandungan nilai gizi dalam produk tersebut

    • Perhatikan pula makanan yang dikonsumsi pada acara pestakarena umumnya makanan tersebutmengandung kadar guladan lemak yang tinggi. Sebaiknya makanan dipersiapkan dari rumah atau pilihlah snack yang  aman bagi balita

 

Sumber : The ABC’s of Safety and Healthy Childcare
           Published by The Centers of  Disease Control

 


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb