Home Profil Pelatihan Testimoni Hipnoterapi Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
pernapasan untuk hadapi stres
 ARTIKEL

pernapasan untuk hadapi stres

USIR STRESS DENGAN TERAPI PERNAPASAN

 

 

 

Bernapas ibarat mata air kesehatan yang belum tercemar. Mari bersama-sama melakukan terapi pernapasan. Awali dengan menimbulkan kesadaran bahwa diri kita bernapas. Yang utama, jangan berespon terhadap stress dengan menahan napas. 

 

 

Bila anda menyuruh sekelompok orang kota yang modern untuk bernapas, mereka pasti akan menghirup napas dalam-dalam, menahannya dan lupa untuk mengeluarkannya. Sebaliknya, bila anda menyuruhnya kepada sekelompok penganut yoga yang sedang berlatih di Pranayama, mereka akan menghembuskan napas panjang dan tak terburu-buru—bukan seperti “menghela napas lega” setelah seseorang mengalami peristiwa yang penuh stress. Yang menengahi kedua perilaku ini adalah suatu disiplin ilmu yang disebut-sebut sebagai benteng terakhir pengobatan alternatif: olah kebugaran pernapasan.  

 

 

Bernapas seolah-olah mampu melintasi semua garis pembatas. “Memberikan keuntungan fisik dan emosional, juga psikologis dan spiritual,” ujar Dennis Lewis, seorang ahli terapi pernapasan dan penulis buku Tao of Natural Breathing. Lewis dan sejumlah ahli lain mengajar latihan terapetik berdasarkan sejumlah prinsip dasar. Untuk memaksimalkan keuntungan dari terapi ini, mereka menyarankan tiga hal sederhana yang dapat anda praktekkan:

 

 

Memperlambat irama pernapasan secara umum

Meningkatkan kapasitas total (kepenuhan) tiap kali bernapas, terutama saat menghembuskan napas

Rilekskan otot-otot dada, punggung dan diafragma.

Mempraktekkan tips-tips tersebut dipercaya dapat memperpanjang usia, demikian klaim sejumlah ahli pernapasan. Berikut adalah sejumlah klaim yang diajukan oleh para terapis pernapasan itu:

 

 

Meningkatkan kekebalan tubuh

Menyembuhkan asma

Melindungi dari penyakit-penyakit degeneratif

Memberi energi dan menjernihkan pikiran

Melancarkan pernapasan

Meningkatkan performa atletik

Mengatasi keluhan-keluhan umum, mulai dari wasir hingga ‘hot flashes’

Sementara, dari kalangan medis sendiri tampaknya mulai ‘melirik’ terapi ini. “Bernapas yang baik dapat berfungsi seperti halnya diet dan olahraga terhadap penanggulangan stess,” ujar Chris Garvey, seorang perawat terdaftar  di Daly City, California. "Masih diperlukan penelitian tentang keberhasilan terapi pernapasan ini, tapi kita dapat memperkirakan bahwa terapi ini dapat membantu dengan cara-cara yang tak dapat diteliti oleh satu jenis penelitian saja." Ia juga menambahkan bahwa ahli pernapasan, seperti halnya ahli pengobatan alternatif lain, amat bervariasi kredibilitasnya dan pemahamannya terhadap tubuh manusia. “Jadi, masyarakat sebagai konsumen hendaknya berhati-hati.”

 

 

Meski demikian, kini semakin banyak bukti bahwa bernapas secara perlahan dan rileks bermanfaat bagi penderita penyakit paru kronik seperti bronkitis, emfisema, asma dan sesak napas. Mengenai kelainan ansietas, termasuk fobia, memang dapat diatasi dengan meningkatkan kesadaran akan bernapas, ujarnya. Jika anda takut naik panggung, berada di jembatan, atau anjing yang lepas, anda bisa saja—dalam arti sebenarnya—tiba-tiba sesak atau bahkan berhenti bernapas. Gejala kecemasan dapat timbul akibat kejadian tersebut, bukan hanya karena menjumpai hal-hal yang anda takuti (fobia) itu. (SR)

 

 


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb