Home Profil Pelatihan Testimoni Hipnoterapi Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
mencintai diri sendiri
 ARTIKEL

mencintai diri sendiri

Bagaimana Mencintai Diri Sendiri

 

OLEH: LILIYANA ELISETIA, S.PSI

 

 

 

 

 

Tatapan mata Vina tak lepas dari layar televisi saat penayangan kontes Miss. Universe. Maklumlah, kenapa ia terus menyaksikan acara tersebut. Ia ingin sekali memiliki wajah dan body secantik, seramping para kontestan Miss Universe. Anda pasti mengira berat badan dan wajah Vina tidak ideal. Vina adalah seorang gadis berusia 22 tahun dengan wajah yang lumayan cantik, memiliki tinggi badan 168 cm dengan berat badan sebesar 54 kg. Walaupun memiliki badan yang sedemikian idealnya ia masih saja tidak dapat menerima kenyataan ini. Ia ingin berat badannya bisa mencapai 50 kg. Namun sulit sekali karena kebiasaannya adalah makan ice cream. Hari itu seperti biasa Vina melahap 500 gram ice cream coklat sendirian sambil menonton film drama kesukaannya. Tapi setelah makan ice cream ia menggerutu kenapa ia tak sadar memakan ice cream sebanyak itu sendirian. Bila ingin pergi  kuliah ia selalu berdandan lama, hasilnya cantik tetapi ia tidak puas. Ia selalu menyalahkan bentuk tubuhnya yang terlihat gemuk di cermin. Suatu hari saat presentasi kuliah ia melakukannya dengan tidak percaya diri, alhasil nilai yang diperolehnya hanya C. Padahal hari itu penampilannya cukup meyakinkan tetapi saat semua mata menatapnya ia terlihat kikuk dan malu. Setiap kali ia melihat figure idolanya setiap kali ia ingin berubah menjadi sepertinya. Berbeda lagi dengan Citra, ia membenci bentuk hidungnya yang terlalu mancung, Andi dengan tubuhnya yang terlaluu langsing, dita yang tidak bisa hidup tanpa pacarnya, Astri yang kurang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan  baru, Nita dengan perasaannya yang terlalu sensitif, dan kekurangan-kekurangan lainnya.    

No body perfect. Tak ada seorang pun yang sempurna. Coba anda lihat dengan seksama artis-artis kita, artis-artis luar negeri, dan orang-orang penting lainnya, mereka dari luar (secara fisik) terlihat begitu sempurna tetapi jika anda tahu kehidupan mereka lebih dekat pasti ada kekurangan-kekurangan yang dimiliki mereka, misalnya kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis, anak-anak yang bermasalah, dan lain sebagainya. Beberapa orang mengambil jalan mempermak bagian-bagian tubuhnya untuk dapat tampak sempurna. Ada yang merasa puas dengan hasilnya ada pula yang menyesal dengan keputusannya untuk melakukan operasi plastik atau mempermak bagian tubuh yang dirasakan kurang ok.

Mari kita belajar menerima diri kita apa adanya dan menyayanginya karena jika bukan kita siapa lagi yang akan mencintai diri kita. Berikut beberapa tips untuk menerima dan mencintai diri kita:

 

Kekurangan adalah kelebihan kita.

Sebagai contoh nyata, Echa seorang wanita  berusia 25 tahun memiliki bentuk badan yang ideal  dan warna kulit yang putih. Pipinya tembem dan hidungnya tidak mancung. Walaupun demikian penampilannya tetap cantik tidak kalah dengan artis sinetron atau foto model. Setiap kali berkenalan dengan seorang pria ia merasa tidak percaya diri dengan hidungnya yang kecil dan pipinya yang tembem. Suatu hari ia bertemu seorang pria asing berhidung mancung dan berwajah tampan. Awalnya ia tidak percaya diri jika pria itu menyukainya. Kini mereka telah menikah dan menjadi keluarga yang harmonis. Karena penasaran kenapa suaminya begitu mencintainya maka ia bertanya pada suaminya apa yang membuat ia jatuh cinta dan langsung menikahinya. Sang suami menjawab yang membuatnya tertarik dan tidak bisa melupakan istrinya adalah hidung yang kecil dan pipi yang montok sehingga suami menjulukinya “baby face”. Dengan tata rias anda juga bisa menutupi kekurangan baik itu kekurangan di wajah atau di tubuh kita.

 

Jangan merubah diri dengan cepat

Gita seorang gadis kalem dan tidak pernah sekalipun masuk ke tempat dugem apalagi merokok. Sedangkan pacarnya Hendra adalah pengusaha kaya yang mengharuskannya bergaul bergaya highclass. Walaupun setiap hari Hendra bertemu gadis cantik dan gaul tetapi tidak sedikitpun hatinya terpaut pada salah satu dari mereka. Tetapi begitu melihat Gita di salah satu café yang terlihat anggun diantara teman-temannya yang merokok ia langsung jatuh hati. Setiap menghadiri pertemuan Hendra selalu mengajak Gita sebagai pendampingnya. Gita selalu mempelajari bagaimana gadis lain bergaul dan merokok. Suatu hari ia mencoba belajar merokok. Belum sempat rokok dinyalakan, Hendra langsung mengambil rokok dari tangan Gita. “kamu mau tahu kenapa aku memilih kamu? Karena kamu tidak merokok dan kalem.” Beberapa contoh lainnya adalah Nia yang mencoba merubah penampilan feminimnya menjadi tomboy. Tetapi lingkungan tidak menerimanya, mereka lebih menyukai Nia yang feminim. Jadi for what you must change your style? No need guess.

 

Jangan pernah berpikir bahwa kita memiliki kekurangan tertentu

Sebelum pergi ke pesta, Citra pergi ke salon untuk menata rambutnya dan merias wajahnya. Hasilnya ia tampak berbeda dan sangat cantik sekali. Merasa tidak yakin itu adalah dirinya maka ia bercermin kembali dan melihat bentuk pinggulnya yang lebar. Ia tidak menyukai pinggulnya dan meminta seorang ahli fashion di salon tersebut untuk memilih pakaian untuknya. Setelah dipilih pakaian yang cocok untuk bentuk tubuhnya tetap saja Citra merasa kurang puas. Ketika berada dikerumunan orang, Citra membuat gerakan-gerakan tubuh yang terlalu berlebihan sehingga terkesan kaku. Anda bisa menebak kenapa demikian? Karena dalam pikirannya ia takut orang-orang memperhatikan bentuk pingggulnya yang lebar.   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb