Home Profil Pelatihan Testimoni Hipnoterapi Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
belajar membagi waktu
 ARTIKEL

belajar membagi waktu

BELAJAR   MEMBAGI   WAKTU

Oleh: Liliyana Elisetia, S.Psi

 

 

           

Melisa seorang murid kelas 4 SD yang juga berprofesi sebagai model. Pagi pukul 7 sampai 12 siang setelah itu supir pribadinya menjemputnya untuk pulang ke rumah  dan makan siang. Setelah makan siang Melisa langsung pergi ke tempat kursus modelingnya. Pukul 3 sore ia sudah harus les aritmatika hingga pukul 4.30 sore. Pukul 5 Melisa pulang ke rumah untuk makan malam dan istirahat. Pukul 7 malam hingga pukul 8.30 ia harus pergi les menyanyi. Terkadang Melisa menangis karena padatnya jadwal membuat ia rela tidak bermain dengan teman sebayanya dan jika sudah lelah ia langsung tidur dan lupa mengerjakan pekerjaan rumahnya (PR). 

 

Refanny seorang murid kelas 2 SD yang jadwal sekolahnya berganti-ganti juga tidak bisa mengatur waktu. Semingggu ia harus sekolah pagi. Seminggu kemudian ia harus sekolah siang dan minggu berikutnya sekolah sore.  Jadwal sekolah  paginya dari pukul 9.30 sampai pukul 12 siang atau pukul 12 siang sampai pukul 14.30 atau dari pukul 14.30 sampai pukul 5 sore. Walau waktu sekolahnya singkat ia terkadang lupa mengerjakan PR nya. Ia juga tidak mempunyai kegiatan lain di luar kegiatan sekolah. Waktunya hanya diisi dengan menonton Televisi, menonton film kesukaanya “Barbie Nutcracker, Rapunzel, dan Swan Lake Barbie.” Jika tidak menonton TV atau film biasanya ia bermain dengan teman-temannya. Malam harinya ia begitu lelah dan langsung tidur.  Jika sekolahnya kebetulan siang hari ia menonton TV lagi dan tatkala ia ingat dengan PRnya maka ia bergegas mengerjakan PRnya sambil terburu-buru, menangis karena takut terlambat sekolah. Berkali-kali ibunya menasihatinya agar dapat mengatur waktu terutama untuk mengerjakan PR sepulang sekolah tetapi tetap saja ia lupa akan nasihat itu.

 

 

 

 

 

Bagaimanakah cara yang baik untuk mengatur waktu anak-anak anda?

Biasakan Prioritaskan Hal-Hal Utama

Seperti cerita di atas, setiap anak mempunyai aktivitas yang berbeda dan memiliki kedisiplinan yang berbeda. Jika memang anak anda seperti Melisa dengan jadwal kegiatannya yang padat maka bantulah agar ia tetap dapat mengerjakan PRnya dengan cara mendahulukan yang lebih penting. Sepulang sekolah setelah makan siang tanyalah anak anda apakah ada pekerjaan rumah atau tidak dan ajaklah anak anda untuk mengerjakannya sesegera mungkin. Beri contoh bagaimana anak-anak lain dengan kepadatan kegiatannya bisa berhasil dalam sekolahnya. Bila perlu beri contoh dengan  menyebut nama-nama artis faforitnya yang juga sukses dengan sekolahnya seperti Agnes Monika, Sherina, Dea imut, dan lain-lainnya. Bila anak akan menghadapi ujian atau ulangan umum maka aturlah waktu anda untuk dapat belajar jauh-jauh hari sebelum ulangan umum dimulai dengan cara menyicil. 

 

Jangan Pernah Menunda Sesuatu Pekerjaan

Biasanya anak-anak senang menunda-nuda sesuatu pekerjaan. Beberapa anak mengatakan lebih suka mengerjakan sesuatu pekerjaan atau tugas dari sekolah menjelang detik-detik terakhir katanya lebih efektif. Seperti Evi siswi kelas 6 SD yang akan menghadapi ujian negara (dulu EBTANAS) yang mempunyai banyak tugas akhir tetapi ia lebih mengatakan lebih suka mengerjakannya satu hari sebelum tugas dikumpulkan katanya membuatnya lebih efektif dan jika ia harus mempresentasikan tugasnya ia tidak lupa karena masih fresh.

 

Suasana Belajar Yang Memadai

Seaktu belajar ada anak-anak yang senang mendengarkan musik jika sedang belajar atau menghapal sesuatu pelajaran, ada anak yang membutuhkan keheningan untuk belajar atau menghapal sesuatu pelajaran. Perhatikan kebiasaan anak anda! Situasii seperti apakah yang ia inginkan bila ia ingin belajar? Keheningan atau ditemani alunan musik? Dukunglah anak anda untuk belajar dengan memberikan situasi yang dia inginkan. Jika anak anda lebih cepat menghapal jika ditemani alunan musik maka berikanlah situasi seperti itu.

 

Beristirahat

Anak-anak juga bisa mengalami stress seperti orang dewasa. Apalagi kapasitas anak-anak untuk menerima tugas sedikit jika dibandingkan dengan orang dewasa. Anak-anak membutuhkan waktu istirahat. Jika terus menerus menguras otak dan energinya maka di sekolah ia tidak bisa berkonsentasi menerima pelajaran alhasil nilai pelajarannya turun. Anda sebagai  orang tua tentunya menginginkan anak anda berprestasi di sekolah bukan? Semoga anda berhasil membantu anak-anak anda khususnya anak-anak yang berada di bangku Sekolah Dasar yang kurang  dapat mengatur waktunya. 

 

 


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb