Home Profil Pelatihan Testimoni Hipnoterapi Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
Gemuk karena frustrasi
 ARTIKEL

Gemuk karena frustrasi

Gemuk Karena Frustrasi

 

Jika anda pernah menonton sebuah film mandarin Andy Lau “Love On A Diet”. Tentu sangat menarik karena ceriteranya yang lucu. Seorang wanita yang tadinya kurus lalu karena ditnggalkan pacarnya ia pun frustrasi dan seorang pria gemuk menolongnya. Si wanita bertekad untuk merubah dirinya, merubah kegemukannya menjadi ia yang dulu lagi langsing bak peragawati, ia bertekad untuk diet tapi pada awalnya ia tidak berhasil karena nafsu makannya sangat kuat tetapi dengan di dukung oleh temannya dan keinginannya untuk bertemu pacarnya yang dulu maka ia pun berusaha mati-matian untuk diet dan langsing lagi. Akhirnya si wanita berhasil langsing. Begiutlah kira-kira kisah singkatnya.

     Seorang wanita menganggap bahwa kegemukan merusak citra dan rasa percaya dirinya. kalau sedang merasa tertekan makannya malah bertambah sebab dengan makan ia bisa merasa kesusahannya terobati sementara. Namun akibatnya badan bertambah gemuk dan malahan bertamabah tidak bahagia, ya hal itu sama dengan ceritera di film tadi.

 

Makin Tak Bahagia Makin Kuat Jajan

Masalah kegemukan tidak selalu disebabkan oleh Satu sumber. memang, bisa dikarenakan perubahan hormon, terutama pada ibu hamil, karena diet yang keliru,pengendalian diri yang kurang, masalah keluarga, karier, atau bisa juga disebabkan oleh kombinasi dari hal-hal itu. Seperti ceritera film di atas bahwa si wanita yang putus cinta merasa dirinya kosong, ia butuh kehadiran pacarnya dan untuk mengatasi kesepiannya ia pun makan, makin ia merasa kesepian makin ia ingin makan atau jajan. Untuk menghilangkan kebiasaan makan banyak atau menghilangkan kebiasaan makan setiap kali sedih, frustrasi atau kesal saja tidak cukup tetapi harus bisa mengatur emosi, mengendalikan diri. Harus dicari jalan keluarnya  untuk menanggulangi ketidakpuasannya. Kalau tidak, ketidakpuasan emosional itu akan terus mendorongnya untuk makan, padahal makanan tak mengisi kekosongan  yang sebenarnya.

     Seorang ahli penanganan orang-orang yang putus asa karena tidak berhasil menormalkan berat bedannya, Dr. Richard B. Stuart, pengarang beberapa buku seperti Slim Chance in A Fat World; Act Thin Stay Thin; dan Weight, Sex & Marriage. Minat Styart pada kegemukan dimulai tahun 1965, ketika seorang wanita bernbama elaine datang kepadanya untuk menjalani psikoterapi. Umurnya 35-an dan beratnya kelebihan 30 kg. Meskipun ia menganggap dirinya sebagai seorang ibu yang baik dan sekretaris eksekutif handal, Elaine yakin ia orang yang gagal. Buktinya; seumur-umur ia berdiet, tetapi tidak berhasil melangsikan bbadannya. Setiap tahun Elaine paling sedikit menjalani 5 macam diet. Setiap kali ia berhasil kehilangan 2,5 kg tetapi tidak lama kemudian berat yang hilang itu sudah kembali lagi, bahkan lebih dari sebelumnya. Setiap kali pula rasa percaya dirinya berkurang. Penelitian mengatakan bahwa mereka yang kegemukan itu lebih paham daripada dokter yang merawat mereka perihal makanan. Psikolog berpendapat, orang yang menjadi gemuk karena kurang keras hati untuk menolak makanan. Para ahli jasmani menufduh bahwa orang gemuk karena malas berolah raga. Sedangkan dokter-dokter menganggap pasien mereka tidak memiliki motivasi.  Naumn Stuart melihat satu kemungkinan, yaitu meonolong pasien agar mampu mengendalikan tingkah lakunya sendiri. Dan Elaine bobot beratnya turun 22 kg dan sejak itu Dr. Stuart menjadi  terkenal dikalangan wanita gemuk. Yang ia lakukan katanya, kita mmepunyai alasan yang menyebabkan kita makan lebih banyak daripada yang kita perlukan. Nah, kita harus mencari tahu alasan-alasan itu. Kalau sudh paham, kita bisa mengubah sebagian situasi danperasaan yang mendorong kita untuk makan terlalu banyak. Begitu perubahan dibuat, Stuart membantu orang bersangkutan untuk mengembangkan program mengendalikan berat secara permanen, pasien dibiarkan menyusun menu makanan kesukaannya, apsien Cuma diberikan pedoman kasarnya, harus disesuaikan dengan cara hidup dan diri pasien masing-masing, programnya tidak menyebabkan berat badan turun dengan cepat tetapi secara bertahap, disarankan untuk merundingkan rencana makananannya dengan pasangan mereka dan minta bantuan pasangan agar tujuannya tercapai. Dengancara ini, bukan hanya tubuh yang menjadi langsing tetapi kulaitas hidup pun jadi bertambah baik.

    

 


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb