Home Profil Pelatihan Testimoni Galeri Kontak Kami
refleksi teraphy pijat refleksi
- Alternatif
- Balita & Anak
- Gizi
- Pria
- Psikology
- Tips
- Topik Utama
- Wanita
IKLAN BARIS
Loker buat Alumni

Buku panduan refleksi dan VCD refleksi teraphy


DOWNLOAD
cover buku refleksi
buku refleksi
formulir pendaftaran
doa-doa pengobatan
analisa telapak tangan

CHATING
Konsultasi Online
Kekerasan seksual dalam rumah tangga
 ARTIKEL

Kekerasan seksual dalam rumah tangga

KEKERASAN SEKSUAL DAN KEKERASAN RUMAH TANGGA

Oleh: Liliyana Elisetia, S. Psi

 

 

Ingatkah anda dengan film “Tersangjung 1” dimana seorang mantu yang tidak disukai oleh mertuanya mendapatkan siksaan fisik sampai hampir merenggut nyawanya. Atau film-film lainnya baik film lokal maupun film asing dimana seorang wanita mendapat perlakuan kasar dan bahkan diperlakukan  kejam oleh  suaminya atau pihak lain dalam rumah tangganya. Atau kisah dari seorang teman atau sahabat  wanita yang menangis mengadukan masalah keluarganya. Agar persoalan terasa lebih ringan ia berbagi cerita dengan ibunya atau teman yang dipercayainya agar diperoleh suatu jalan keluar yang baik. Sebagai contoh kasus ada seorang ibu dari 1 anak sering dipukuli oleh suaminya bila ia sering melarang suaminya pulang malam dan seringkali memaksakan kehendak dalam berhubungan intim dengan istrinya. Si istri dipaksa untuk menerima kemaluan suaminya. Karena tak dapat menahan beban tersebut akhirnya jalan keluar yang diambil oleh pihak istri adalah bercerai tetapi suami tidak memenuhinya. Akhirnya kacaulah rumah tangga mereka. Satu lagi cerita mengenai kekerasan selain kekerasan rumah tangga adalah kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak atau remaja yang bisa dikatakan sebagai kasus incest yaitu hubungan seksual antar saudara sedarah. Mungkin masih banyak contoh-contoh kasus yang berhubungan dengan masalah ini yang dapat anda ketahui dari lingkungan anda sendiri, media cetak atau internet.

 

Dewasa ini, penelitian di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia menunjukan 5% dan 20% wanita mengatakan pernah dianiaya secara fisik selama anak-anak atau remaja. Hampir separuh dari mereka  mengatakan, vagina mereka telah dimasuki kemaluan pria atau jari atau dipaksa untuk menerima kemaluan pria. Pada umumnya penganiaya telah dikenal. Ketika dewasa, beberapa dari wanita ini mengalami deprsi, gangguan makan, atau sakit pinggul yang kronis. Sekarang diyakini jika dia dapat membicarakan penganiayan yang dialami kepada seorang pendengar, maka gejala-gejala tersebut dapat dikurangi. Pada semua tingkat usia, wanita lebih mungkin mengembangkan depresi dibanding pria. Kebanyakan orang merasa sanga kecewa atau sedih pada beberapa tahap kehidupannya dan hal itu sangatlah wajar. Di Amerika Serikat jumlah wanita yang mengalami depresi 2 kali pria. Dan penyebabnya tidak jelas.  Mungkin karena dalam budayanya wanita diijinkan memperlihatkan emosi dan suasana hatinya berubah-ubah. Sementara pria tidak. Akibatnya, mereka lebih mungkin menghadapi masalah emosionil dengan kemarahan, agresi, kekerasan, atau pemakaian alkohol.

 

Kekerasan lainnya adalah kekerasan rumah tangga yang seringkali dialami oleh wanita dari suaminya. Lebih dari 30% wanita melaporkan dirinya dianiaya oleh pasangannya.     Kekerasan rumah tangga terjadi di semua kelas sosial, tetapi tampaknya lebih umum di antara kelas yang kurang berpendidikan, pengangguran, dan mereka yang hidup dalam kemiskinan. Dalam kira-kira 1/3 kasus, kekerasan secara fisik seperti mendorong atau menampar istrinya. Dalam 1/3-nya, kekerasan secara emosionil, seperti intimidasi, memaksa wanita untuk berada di rumah, menghalangi untuk bertemu saudara atau teman-temannya, dan mengancam dengan kekerasan. Sekitar 25% kasus kekerasan berupa kekerasan secara fisik, seperti menendang, memukul bahkan mengancam dengan pistol. Dalam 5 sampai 20% kasus kekerasan berupa kekerasan seksual.

 

 

Sebaiknya wanita yang dianiaya dalam rumah tangganya mencari bantuan dari  sukarelawan hak-hak wanita atau dokter keluarga. Sebab jika tindakan itu terus berlanjut, kekerasan akan berlangsung terus  dan bisa menyebabkan kerusakan organ atau jiwa yang parah pada wanita yang mengalaminya. (beberapa sumber diambil dari “SETIAP WANITA” By: Derek Llewellyn-Jones).

 

 


Artikel Lainnya

  Home | Profil | Testimoni | Galeri | Kontak Kami
Copyright © 2006, www.refleksiteraphy.com - Powered by Alkindyweb